Laman

Sabtu, 01 Desember 2012

Contoh Undangan Seminar


Depok, 28 Mei 2012

Kami Panitia
“Seminar Building Synergy Between Campus  & Industry
to The Improvement of HR Quality in Broadcasting”

Mengundang Bapak/Ibu/Sdr/Sdri pada acara
“Seminar BUILDING SYNERGY BETWEEN CAMPUS  & INDUSTRY
TO THE IMPROVEMENT OF HR QUALITY IN BROADCASTING”
Yang akan dilaksanakan pada :

                                    Hari/Tgl          : Kamis, 7 juni 2012
                                    Waktu             : pukul 12.30-17.00
                                    Tempat           : Auditorium Kampus D UG gd.4 lt.6

Merupakan suatu kehormatan dan kebahagiaan bagi kami apabila Bapak/Ibu/Sdr/Sdri dapat hadir dan memberikan dukungan pada kegiatan seminar kami tersebut.

Atas kehadiran dan perhatiannya
Kami ucapkan Terimakasih



Hormat Kami,

Aldiana Permatasari
Ketua panitia.



Sistem Basis Data



I.              Komponen system basis data
1.    Data
Disimpan secara terintegrasi, artinya basis data merupakan gabungandari berbagai macam file aplikasi yang berbeda yang disusun dengan menghilangkanbagian-bagian yang rangkap. Sebagai alat penghubung digunakan kunci (key). Dipakai secara bersama-sama, artinya masng-masing bagian dari suatu data dapat digunakan atau diakses bersama-sama dalam waktu yag berbeda.
2.    Perangkat keras
Mencakup peralatan atau perangkat computer yang digunakan untuk pengelolaan system basis data. Contoh : alat input/output, komunikas data dan sebagainya.
3.    Perangkat lunak
Sebagai penghubung antara pengguna dan basis data. Contoh : DBMS.
4.    Pengguna
Dibagi menjadi 4 kategori :
a.    System engineer
Tenaga ahli yang bertanggung jawab atas pemasangan system basis data, dan juga mengadakan peningkatan dan melaporkan kesalahan dari system tersebut.
b.    Database administrator (DBA)
Tenaga ahli yang mempunyai tugas untuk mengontrol system basis data secara keseluruhan, meramalkan kebutuhan akan system basis data, merencanakannya dan mengaturnya.
c.    Programmer
Pengguna yang berinteraksi dengan basis data melalui data manipulation language (DML), yang disertakan dalam program yang ditulis dalam bahasa pemrograman induk (seperti c, pascal, COBOL, dan lain-lain).
d.    Pengguna akhir
-       Casual user (pengguna mahir)
Pengguna yang berinteraksi dengan system tanpa menulis modul program. Mereka menyatakan queri (untuk akses data) dengan bahasa queri yang telah disediakan oleh suatu DBMS.
-       End user (pemakai umum)
Pengguna yang berinteraksi dengan system basis data melalui pemanggilan satu program aplikasi permanen (executable program) yang telah ditulis atau disediakan sebelumnya.
-       Specialized (pengguna khusus)
Pengguna yang menulis aplikasi basis data non konvensional, tetapi untuk keperluan-keperluan khusus seperti aplikasi artificial intelegence (AI), system pakar, pengolahan citra, da lain-lain yang bisa saja mengakses basis data dengan atau tanpa DBMS yang bersangkutan.

II.            Keuntungan  basis data
·         Keuntungan pemakaian basis data adalah :
1.    Terkontrolnya kerangkapan data
2.    Terpeliharanya keselarasan (kekonsistenan) data apabila ada perubahan data pada aplikasi yag berbeda maka secara otomatis perubahan itu berlaku untuk keseluruhan.
3.    Data dapat dipakai secara bersama
4.    Dapat diterapkan standardisasi
5.    Keamanan data terjamin
6.    Terpeliharanya integritas data
7.    Terpeliharanya keseimbangan (ketersediaan) data dari berbagai macam kebutuhan data yang berbeda dalam setiap aplikasi.
8.    Data independence (kemandirian data).

Pendidikan Kewarganegaraan


I.              Latar Belakang Pendidikan Kewarganegaraan
Perjalanan panjang sejarah bangsa Indonesia yang dimulai sejak era sebelum dan selama penjajahan. Sampai hingga era pengisian kemerdekaan menimbulkan kondisi dan tuntutan yang berbeda sesuai dengan zamannya. Kondis dan tuntutan yang berbeda tersebut ditanggapi oleh bangsa Indonesia berdasarkan kesamaan nilai-nilai perjuangan bangsa yang senantiasa tumbuh dan berkembang.  Kesamaan nilai-nilai ini dilandasi oleh jiwa, tekad, dan semangat kebangsaan. Kesemuanya itu tumbuh menjadi kekuatan yang mampu mendorong proses terwujudnya Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam wadah Nusantara.
Semangat perjuangan bangsa merupakan kekuatan mental spiritual yang dapat melahirkan sikap dan perilaku heroic dan patriotic serta menumbuhkan kekuatan, kesanggupan, dan kemauan yang luar biasa. Semangat perjuangan bangsa inilah yang harus dimiliki oleh setiap warga Negara. Semangat perjuanga bangsa telah mengalami penurunan pada titik yang kritis. Hal ini disebabkan antara lain oleh pengaruh globalisasi.
Globalisasi ditandai oleh kuatnya pengaruh lembaga-lembaga kemasyarakatan internasional, Negara-negara maju yang ikut mengatur percaturan perpolitikan, perekonomian, social budaya serta pertahanan, dan keamanan global. Disamping itu, isu global yang meliputi demokratisasi, hak asasi manusia, dan lingkungan hidup turut pula mempengaruhi keadaan nasional. Sedangkan dalam menghadapi globalisasi dan menatap masa depan untuk mengisi kemerdekaan, kita memerlukan perjuangan non fisik sesuai dengan bidang profesi masing-masing. Perjuangan ini pun dilandasi oleh nilai-nilai perjuangan bangsa Indonesia, sehingga kita tetap memiliki wawasan dan kesadaran bernegara, sikap dan perilaku yang cinta tanah air, dan mengutamakan persatuan serta kesatuan bangsa dalam rangka bela Negara demi tetap utuh dan tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Perjuangan non fisik sesuai bidang profesi masing-masing tersebut memerlukan sarana kegiatan pendidikan bagi setiap warga Negara Indonesia pada umumnya dan mahasiswa sebagai calon cendekiawan pada khususnya, yaitu melalui Pendidikan Kewarganegaraan.