Laman

Rabu, 14 Maret 2012

Ilmu Ekonomi

ILMU EKONOMI

Ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia dalam memilih dan menciptakan kemakmuran. Inti masalah ekonomi adalah adanya ketidakseimbangan antara kebutuhan manusia yang tidak terbatas dengan alat pemuas kebutuhan yang jumlahnya terbatas. Permasalahan tersebut kemudian menyebabkan timbulnya kelangkaan.

Adam smith diakui sebagai bapak dari ilmu ekonomi. Kata “ekonomi” sendiri berasal dari kata yunani (oikos) yang berarti “keluarga rumah tangga” dan (nomos), atau “peraturan, aturan, hukum”, dan secara garis besar diartikan sebagai “aturan rumah tangga” atau “manajemen rumah tangga”. Sementara yang dimaksud dengan ahli ekonomi atau ekonom adalah orang menggunakan konsep ekonomi dan data dalam bekerja.

Secara umum, subyek dalam ekonomi dapat dibagi dengan beberapa cara, yang paling terkenal adalah mikroekonomi vs makroekonomi. Selain itu, subyek ekonomi juga bisa dibagi menjadi positif (deskriptif) vs normatif, mainstream vs heterodox, dan lainnya. Ekonomi juga difungsikan sebagai ilmu terapan dalam manajemen keluarga, bisnis, dan pemerintah. Teori ekonomi juga dapat digunakan dalam bidang-bidang selain bidang moneter, seperti misalnya penelitian perilaku kriminal, penelitian ilmiah, kematian, politik, kesehatan, pendidikan, keluarga dan lainnya. Hal ini dimungkinkan karena pada dasarnya ekonomi, seperti yang telah disebutkan di atas adalah ilmu yang mempelajari pilihan manusia. Banyak teori yang dipelajari dalam ilmu ekonomi diantaranya adalah teori pasar bebas, teori lingkaran ekonomi, invisible hand,informatics economi , daya tahan ekonomi, merkantilisme, Briton woods, dan sebagainya.

Ada sebuah peningkatan trend untuk mengaplikasikan ide dan metode ekonomi dalam konteks yang lebih luas. Fokus analisis ekonomi adalah "pembuatan keputusan" dalam berbagai bidang dimana orang dihadapi pada pilihan-pilihan. misalnya bidang pendidikan, pernikahan, kesehatan, hukum, kriminal, perang, dan agama. Gary backer dari university of chaniago adalah seorang perintis trend ini. Dalam artikel-artikelnya ia menerangkan bahwa ekonomi seharusnya tidak ditegaskan melalui pokok persoalannya, tetapi sebaiknya ditegaskan sebagai pendekatan untuk menerangkan perilaku manusia. Pendapatnya ini kadang-kadang digambarkan sebagai ekonomi imperialis oleh beberapa kritikus.

Banyak ahli ekonomi mainstream merasa bahwa kombinasi antara teori dengan data yang ada sudah cukup untuk membuat kita mengerti fenomena yang ada di dunia. Ilmu ekonomi akan mengalami perubahan besar dalam ide, konsep, dan metodenya; walaupun menurut pendapat kritikus, kadang-kadang perubahan tersebut malah merusak konsep yang benar sehingga tidak sesuai dengan kenyataan yang ada. Hal ini menimbulkan pertanyaan "apa seharusnya dilakukan para ahli ekonomi?" The traditional Chicago School, with its emphasis on economics being an empirical science aimed at explaining real-world phenomena, has insisted on the powerfulness of price theory as the tool of analysis. On the other hand, some economic theorists have formed the view that a consistent economic theory may be useful even if at present no real world economy bears out its prediction.

Masalah Pokok Ekonomi, Pokok masalah ekonomi ada tiga, yaitu: produksi, konsumsi dan distribusi.

-       Produksi, menyangkut masalah usaha atau kegiatan mencipta atau menambah kegunaan suatu benda.
-       Konsumsi, menyangkut kegiatan menghabiskan atau mengurangi kegunaan suatu benda.
-       Distribusi, menyangkut kegiatan menyalurkan barang dari produsen kepada konsumen.
Pokok masalah tadi selanjutnya diperluas oleh aliran ekonomi modern, yaitu apa dan berapa, bagaimana, dan untuk siapa barang diproduksi.

  • ·         Apa dan Berapa (What).

Masalah ini menyangkut persoalan jenis dan jumlah barang/jasa yang perlu diproduksi agar sesuai kebutuhan masyarakat: apakah bahan makanan yang dipilih?
 – apakah pakaian, tempat tinggal atau jasa lain?
 – serta berapa banyak barang tersebut diproduksi?
  • ·         Bagaimana (How)

Setelah jenis dan jumlah produksi dipilih, persoalan yang harus dipecahkan adalah: bagaimana barang tersebut diproduksi?
 – siapa yang memproduksi?
 – sumber daya apa yang digunakan?
 – teknologi apa yang digunakan?
  • ·         Untuk siapa (whom).

Setelah pemecahan persoalan bagaimana memproduksi lebih lanjut adalah: untuk siapa ( for whom) barang yang akan diproduksi?
 – siapa yang harus menikmati?
Menghadapi masalah pokok ekonomi tersebut, bagaimana kita memecahkan pokok persoalan itu?
Secara garis besar, kita mengenal empat sistem ekonomi yang tumbuh dan berkembang sesuai dengan situasi kondisi dan ideologi negara yang bersangkutan. Keempat sistem ekonomi tersebut adalah sistem ekonomi tradisional, sistem ekonomi terpusat, sistem ekonomi pasar dan sistem ekonomi campuran.

Sistem Ekonomi Indonesia

Sistem ekonomi yang diterapkan di Indonesia, kapitalisme, sosialisme, atau gabungan dari keduanya. Dalam memahami ekonomi yang diterapkan di Indonesia, paling tidak secara konstitutional, perlu dipahami terlebih dahulu ideologi apa yang dianut oleh Indonesia. Pasal 33 dianggap pasal terpenting yang mengatur langsung sistem ekonomi Indonesia, yakni prinsip demokrasi ekonomi. Secara rinci pasal menetapkan 3 hal, yakni :
a. Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan.
b. Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai negara.
c. Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

Sumber:
 http://id.wikipedia.org/wiki/Ilmu_ekonomi
http://oziekonomi.wordpress.com/materi/materi-kelas-x/masalah-pokok-ekonomi/
http://zhes.wordpress.com/2011/02/28/sejarah-dan-sistem-ekonomi-indonesia/

Senin, 31 Oktober 2011

Berorganisasi yang baik

BERORGANISASI YANG BAIK

A.    LATAR BELAKANG
Kita sebagai manusia tidak dapat berdiri sendiri, namun tergantung pada orang lain. Dalam hubungannya dengan orang lain,manusia berinteraksi dengan lingkungannya, karena manusia mempunyai naluri untuk hidup dengan orang lain. mengapa manusia merupakan bagian dari suatu organisasi? Karena, dalam kehidupannya sehari-hari, hampir semua kegiatan manusia dilakukan secara bersama dengan manusia lainnya.dalam kehidupannya, Didalam hubungannya antara manusia dengan manusia lain, sepertinya yang paling penting adalah reaksi yang timbul akibat hubungan-hubungan timbal balik antara sesama manusia. Karena manusia selalu membutuhkan orang lain dan mempunyai keinginan untuk menjadi satu dengan manusia lainnya, dalam kehidupan ini maka di butuhkan suatu organisasi agar dapat terciptanya keinginan-keinginan tersebut. Organisasi social adalah dimana terdapat suatu struktur organisasi dan suatu factor yang dimiliki bersama oleh anggota-anggota kelompok itu, sehingga hubungan antara mereka bertambah erat. Hal ini merupakan ikatan yang bersifat pokok untuk jangka waktu tertentu.
Organisasi didirikan oleh sekelompok orang tentu memiliki alasan. Seorang pakar bernama Herbert G. Hicks mengemukakan dua alasan mengapa orang memilih untuk berorganisasi: a. Alasan Sosial (social reason), sebagai “zoon politicon ” artinya mahluk yang hidup secara berkelompok, maka manusia akan merasa penting berorganisasi demi pergaulan maupun memenuhi kebutuhannya. Hal ini dapat kita temui pada organisasi-organisasi yang memiliki sasaran intelektual, atau ekonomi. b. Alasan Materi (material reason), melalui bantuan organisasi manusia dapat melakukan tiga macam  hal yang tidak mungkin dilakukannya sendiri yaitu: 1) Dapat memperbesar kemampuannya 2) Dapat menghemat waktu yang diperlukan untuk mencapai suatu sasaran, melalui bantuan sebuah organisasi. 3) Dapat menarik manfaat dari pengetahuan generasi-generasi sebelumnya yang telah dihimpun.
B.    RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang diatas maka dirumuskan masalah yang akan dibahas pada makalah ini adalah :
Bagaimana sebuah organisasi bisa dikatakan baik?,dan apa saja yang mempengaruhi organisasi itu di katakan baik? Lalu, bagaimana cara membuat organisasi yang berhasil?

C.    LANDASAN TEORI
Organisasi berasal dari bahasa yunani yaitu organo: alat adalah suatu kelompok orang dalam suatu wadah untuk tujuan bersama. Dalam ilmu-ilmu social, organisasi dipelajari oleh periset dari berbagai bidang ilmu, terutama sosiologi, ekonomi, ilmu politik, psikologi, dan mamajemen. Kajian organisasi sering disebut studi organisasi, perilaku organisasi, atau analisa organisasi. Terdapat beberapa teori dan perspektif mengenai organisasi, ada yang cocok sama satu sama lain, dan ada pula yang berbeda.Organisasi pada dasarnya digunakan sebagai tempat atau wadah dimana orang-orang berkumpul. Menurut para ahli terdapat beberapa pengertian organisasi sebagai berikut.
  • Stoner mengatakan bahwa organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan atasan mengejar tujuan bersama .
  • James D. Mooney mengemukakan bahwa organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama.
  • Chester I. Bernard berpendapat bahwa organisasi adalah merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.
D.    PEMBAHASAN MASALAH
Apakah yang di maksud dengan organisasi ? menurut saya, organisasi merupakan sebuah kelompok yang terdiri dari beberapa individu yang mempunyai gagasan dan tujuan untuk tercapainya suatu harapan atau sasaran yang ingin di capai dalam waktu yang sudah di tentukan.
Apa saja yang mempengaruhi organisasi itu dikatakan baik?. organisasi yang baik bisa di katakan organisasi yang terorganisir,organisasi yang mempunyai visi dan misi atau tujuan yang jelas,organisasi yang mempunyai perencanaan yang matang,organisasi yang mempunyai kreatifitas dan inofatif dalam membuat perencanaan,organisasi yang bisa berkembang sesuai dengan tujuan dan visi misi yang sudah menjadi kesepakatan.
            Organisasi yang dianggap baik adalah organisasi yang dapat diakui keberadaannya oleh masyarakat disekitarnya, karena memberikan kontribusi seperti; pengambilan sumber daya manusia dalam masyarakat sebagai anggota-anggotanya sehingga menekan angka pengangguran. Sekarang  ini banyak sekali organisasi-organisasi yang tumbuh dan  berkembang,namun jarang sekali diantara beberapa organisasi yang ada bisa bertahan dalam jangka waktu yang lama,mungkin karena beberapa hal yang bisa mempengaruhi sebuah organisasi itu bisa putus di tengah jalan. Mungkin karena perencanaan program itu dulunya tidak di pikirkan secara matang, atau mungkin karena organisasi tersebut kurang kompak. Sehingga tidak bisa memecahkan masalahnya. Kerjasama yang baik bisa menjadi awal sebuah organisasi bisa berjalan dengan lancar dan baik,di samping itu juga perlu adanya komunikasi yang baik pula. Tanpa ada kerjasama dan komunikasi yang baik,sebuah organisasi tidak akan bisa bertahan lama,padahal suatu organisasi yang baik dilihat petama kali dari bisa bertahan lama ¨tidak cepat bubar¨ atau sebaliknya ¨konsisten¨.
Apa saja yang mempengaruhi organisasi itu dikatakan baik ? hal-hal yang menunjang organisasi bisa dikatakan baik atau sukses adalah :
1.     Kepemimpinan,tanpa adanya pemimpinan yang punya sikap tanggap,tegas,tanggung jawab,kemampuan yang lebih,dan konsisten dengan tanggung jawab,sebuah organisasi tidak akan bisa maju dan baik.
2.     Anggota atau pengurus di masing-masing program,jika kepengurusan tidak bisa menjalankan tugas dan kewajiban dengan baik,organisasi juga tidak akan maju atau konsisten.
3.     Tempat atau kantor,sebuah organisasi yang baik juga di tunjukan dengan adanya sebuah kantor atau tempat ¨punya kantor¨.
4.     Jaringan,ini juga termasuk salah satu yang menunjang organisasi itu di katakan baik,banyaknya jaringan yang di bangun,ini semakin menunjukan organisasi itu bisa di katakan organisasi yang baik atau maju.
5.     dalam organisasi,jika dalam satu ruang organisasi tidak ada komunikasi yang baik,bahkan tidak ada keterbukaan dalam satu ruang yang beda pemikiran juga beda tujuan,sehingga tidak ada penyelesaian atau jalan keluar untuk memecahkan suatu masalah,organisasi itu tidak akan bisa bekerja dengan maksimal dan hasilnya juga tidak maksimal.
6.      Managemen,organisasi yang baik managemennya juga harus baik,tersusun dengan rapi dan terorganisir dengan baik.
7.     Budaya dalam keorganisasian,yang di maksud dengan budaya disini adalah kebiasaan-kebiasaan yang ada dalam organisasi,entah itu kebiasaan yang baik atau kebiasaan yang tidak baik,seperti tidak ada keseriusan dalam menjalankan tugas,mengabaikan waktu yang sudah menjadi kesepakatan ¨tidak tepat waktu¨,tidur di waktu jam kerja,dan lain-lainnya.
Mungkin masih banyak hal-hal yang menunjang sebuah organisasi itu bisa lebih baik,ini hanya beberapa hal saja yang bisa menunjang sebuah organisasi menjadi baik. kebanyakan organisasi yang tidak bisa bertahan lama itu karena tidak punya tujuan atau konsep dan target yang jelas, seperti organisasi kepemudaan,dan organisasi masyarakat yang lainnya. Dalam berorganisasi harus punya rasa kekeluargaan yang tinggi,seperti punya rasa memiliki,saling bekerja sama,dan yang lainnya.
Jadi,di sini bisa disimpulkan bahwa organisasi yang baik adalah organisasi yang bisa konsisten dan punya hasil yang konkrit. Tanpa hasil yang konkrit,organisasi itu tidak bisa dikatakan organisasi yang baik,karena semuanya hanyalah sebuah program tanpa penyelesaian,disamping itu juga harus konsisten,organisasi yang tidak konsisten ¨macet di tengah perjalanan¨ berarti organisasi itu gagal menjalankan program,itu juga tidak baik.
Bagaimana cara membuat organisasi yang berhasil? Berikut ini beberapa hal yang membuat suatu organisasi dapat berkembang dan berhasil :
♠ Yang pertama harus dimiliki suatu organisasi adalah nilai & visi,nilai dan visi adalah suatu tujuan yang di akan digunakan sebagai target yang harus di capai oleh suatu organisasi.Jika nilai & visi organisasi tidak ada maka organisasi itu akan rusak,karna tidak memiliki tujuan yang jelas.

♠ Yang kedua adalah misi. misi adalah hal-hal yang harus di lakukan untuk mencapai suatu visi(tujuan).Tanpa ada misi yang jelas Visi tidak akan pernah tercapai,maka dari itu visi dan misi sangat berkaitan satu sama lain.Jika tidak memiliki misi maka organisasi tidak akan pernah mencapai visi yang diinginkan bahkan mendekati pun tidak.

♠ Yang ketiga adalah aturan,aturan adalah batasan-batasan yang harus dimiliki organisasi.Jika suatu organisasi tidak memiliki aturan yang jelas maka bisa terjadi penyimpangan yang dapat merugikan organisasi.Bahkan akan menimbulkan konflik kepentingan,dimana setiap anggotanya hanya menginginkan keuntungan individual.

♠ Yang keempat adalah Profesionalisme,Profesionalisme adalah bagaimana cara organisasi itu bertindak.Suatu organisasi dapat berhasil jika memiliki sikap dan sifat profesionalisme.Karna dengan sikap profesional organisasi tersebut akan memiliki citra baik di mata orang lain,dan akan menimbulkan rasa percaya dari klien dan juga rekan-rekan organisasi tersebut.

♠ Yang kelima adalah Insentif,insentif adalah bonus atau hadiah.Intensif sangat di butuhkan oleh anggota dari suatu organisasi bila dia melakukan tugas dengan sangat baik.

♠ Yang keenam adalah Sumber Daya,Jika suatu organisasi kehilangan sumber daya maka organisasi tersebut tidak akan bisa bergerak dengan baik.Bisa di bilang sumber daya bagaikan supply oksigen bagi kelangsungan hidup manusia,tapi sumber daya juga bisa di cari penggantinya.Jika tidak di temukan lagi sumber daya maka organisasi tersebut akan frustasi.

♠ Yang ketujuh adalah Rencana Kerja,rencana kerja merupakan susunan kegiatan yang akan dilakukan oleh suatu organisasi.Karna bila tidak ada susunan kegiatan yang pasti dari sebuah organisasi,organisasi tersebut akan salah langkah dalam setiap kegiatan yang di lakukan.
Bila salah satu dari ketujuh hal tersebut tidak tercapai, mungkin saja organisasi ini tidak berjalan dengan baik. Atau bisa disebut juga dengan organisasi tidak baik.
CIRI-CIRI TEKNIS ORGANISASI TIDAK BAIK
          Pengambilan keputusan seringkali terlambat ataupun seringkali kurang baik.
          Organisasi tidak mampu bereaksi dengan baik terhadap perubahan kondisi lingkungan.
          Dalam organisasi seringkali terjadi pertentangan
Manfaat berorganisasi adalah untuk :
1.     Mengadakan kerjasama. Dapat dicapai sesuatu yang tidak dapat dilaksanakan secara sendiri-sendiri.
2.     Saling mengisi satu sama lain, dapat menambah ilmu pengetahuan dan pengalaman.
3.     Menimbulkan rasa kebersamaan dan persatuan.
4.     Mendorong orang untuk berpartisipasi dalam pengembangan kemampuan sendiri maupun masyarakat umum.

E.    PENUTUP
1.)   KESIMPULAN
Masing-masing orang mungkin berorganisasi dengan tujuan yang tidak sama. Ada orang yang berorganisasi dengan tujuan ‘Jadi Tenar’, ada yang berorganisasi dengan tujuan ‘Jadi Kaya’, ada yang dengan tujuan ‘Cari teman, Cari pasangan, Cari peluang, ada yang dengan tujuan ‘Belajar mandiri dan percaya diri’, ada yang sekedar ikut-ikutan teman atau pasangannya tanpa tujuan yang pasti, yang lainnya dengan tujuan ‘Berbuat Baik’. Terlepas dari berbagai tujuan yang berbeda di atas, kita semua yang telah bergabung dalam satu organisasi tertentu. ketika visi & misi serta tujuan daripada organisasi dihantarkan, maka boleh dikatakan kita memiliki 1 harapan mulia yang sama pada umumnya.
Dalam organisasi, kita belajar menghargai orang lain, menerima nasehat dan mendengarkan pendapat tetapi juga tegas dengan apa yang sesuai untuk dilakukan dengan apa yang tidak baik yang sepantasnya dihindari. Berorganisasi itu baik atau tidak, bermanfaat atau tidak adalah tergantung pada masing-masing orang yang menjalani. Organisasi itu adalah suatu sarana yang menjadi pilihan untuk mengembangkan diri. Ada orang yang cocok dan cepat maju dengan berorganisasi. Sebaliknya ada orang yang cocok dan cepat maju dengan pilihan lainnya yang juga terpuji.


2.)   SARAN
Jangan ragu untuk membuat sebuah organisasi, ikutilah secara aktiv di dalam organisasi itu apapun peran atau tugas yang diberikan oleh ketua. Ingatlah, sekecil apa pun peranan kita di suatu organisasi dan kita berhasil menjalankan amanat itu, berarti kita memiliki andil dalam menghidupkan organisasi tersebut. kita harus bangga bahwa ternyata kita masih bermanfaat bagi organisasi. Itu juga berarti kita bermanfaat bagi orang lain yang ada di organisasi. Kalau kita sukses menjalankan tugas yang kecil tadi, pasti pemimpin kita akan memberikan amanat yang makin besar dari waktu ke waktu. Bahkan, bukan suatu hal yang mustahil jika nanti kita sendirilah yang memimpin organisasi itu. selamat berhikmat dalam organisasi. Semoga Anda menuai manfaat dari hikmat berorganisasi itu kelak bila hidup di tengah-tengah masyarakat, baik lingkup desa, kecamatan, kabupaten/kota, provinsi, negara, bahkan tingkat dunia.
Sekian dari saya, semoga dapat bermanfaat bagi yg membaca. Dan mohon maaf apabila ada kekurangan dari makalah ini, karena sesungguhnya kesempurnaan itu hanya milik Allah SWT. Terimakasih…

Minggu, 29 Mei 2011

harapan

Harapan atau asa adalah bentuk dasar dari kepercayaan akan sesuatu yang diinginkan akan didapatkan atau suatu kejadian akan bebuah kebaikan di waktu yang akan datang. Pada umumnya harapan berbentuk abstrak, tidak tampak, namun diyakini bahkan terkadang, dibatin dan dijadikan sugesti agar terwujud. Namun ada kalanya harapan tertumpu pada seseorang atau sesuatu. Pada praktiknya banyak orang mencoba menjadikan harapannya menjadi nyata dengan cara berdoa atau berusaha.
Beberapa pendapat menyatakan bahwa esensi harapan berbeda dengan "berpikir positif" yang merupakan salah satu cara terapi/ proses sistematis dalam psikologi untuk menangkal "pikiran negatif" atau "berpikir pesimis".
Kalimat lain "harapan palsu" adalah kondisi dimana harapan dianggap tidak memiliki dasar kuat atau berdasarkan khayalan serta kesempatan harapan tersebut menjadi nyata sangatlah kecil.

Persamaan HARAPAN dan CITA-CITA

Harapan berasal dari kata harap yang berarti keinginan supaya sesuatu terjadi; sehingga harapan berarti sesuatu yang diinginkan dapat terjadi. Dengan demikian harapan menyangkut masa depan.

Setiap manusia mempunyai harapan. Manusia yang tanpa harapan, berarti manusia itu mati dalam hidup. Orang yang akan meninggal sekalipun mempunyai harapan, biasanya berupa pesan-pesan kepada ahli warisnya. Harapan tersebut tergantung pada pengetahuan, pengalaman, lingkungan hidup, dan kemampuan masing-masing. Berhasil atau tidaknya suatu harapan tergantung pada usaha orang yang mempunyai harapan. Harapan harus berdasarkan kepercayaan, baik kepercayaan pada diri sendiri, maupun kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Agar harapan terwujud, maka perlu usaha dengan sungguh-sungguh. Manusia wajib selalu berdoa. Karena usaha dan doa merupakan sarana terkabulnya harapan.

Cita-cita merupakan Impian yang disertai dengan tindakan dan juga di berikan batas waktu. Jadi kalau kita bermimpi untuk menjadi netpreneur yang sukses, ya… harus di sertai tindakan jangan cuma berandai-andai saja. Serta jangan lupa di berikan target waktu sehingga kita punya timeline kapan hal tersebut kita inginkan terealiasasi.

Dari kecil kita pasti dinasehati oleh orangtua, guru ataupun buku untuk menggantungkan cita-cita setinggi langit. Semua itu memang benar karena dengan adanya cita-cita atau impian dalam hidup kita akan membuat kita semangat dan bekerja keras untuk menggapai kehidupan yang lebih baik di dunia.

Cita-cita yang baik adalah cita-cita yang dapat dicapai melalui kerja keras, kreativitas, inovasi, dukungan orang lain dan sebagainya. Khayalan hasil melamun cenderung tidak logis dan bersifat mubazir karena banyak waktu yang terbuang untuk menghayal yang tidak-tidak.

Dalam bercita-cita pun sebaiknya jangan terlalu mendetail dan fanatik karena kita bisa dibuat stres dan depresi jika tidak tercapai. Contoh adalah seseorang yang punya cita-cita jadi dokter. Ketika dia tidak masuk jurusan ipa dia stress, lalu gagal snmptn / spmb kedokteran dia stress, dan seterusnya.

Tidak semua orang bisa menentukan cita-cita. Jika tidak bisa menentukan cita-cita, maka bercita-citalah untuk menjadi orang yang berguna dan dicintai orang banyak dengan hidup yang berkecukupan. Untuk mendapatkan motivasi dalam mengejar cita-cita kita bisa mempelajari kisah sukses orang lain atau membaca atau melihat film motivasi hidup seperti laskar pelangi.
Bila dibandingkan dengan cita-cita, maka harapan mengandung pengertian tidak terlalu muluk, sedangkan cita-cita pada umumnya perlu setinggi bintang. Antara harapan dan cita-cita terdapat persamaan yaitu: keduanya menyangkut masa depan karena belum terwujud, pada umumnya dengan cita-cita maupun harapan orang menginginkan hal yang lebih baik ataumeningkat.
Sumber: http://mahisaajy.blogspot.com/2011/05/persamaan-harapan-dan-cita-cita.html