Laman

Selasa, 09 Oktober 2012

Sistem Berbasis Pengetahuan


·         Apakah kecerdasan buatan itu?
Salah satu bagian ilmu computer yg membuat agar mesin dapat melakukan pekerjaan seperti dan sekarang dilakukan oleh manusia.
·         Manusia menjadi pandai = mempunyai pengetahuan + pengalaman + penalaran.
·         Agar computer bias bertindak seperti dan sebaik manusia, maka komputer = bekal pengetahuan + kemampuan untuk menalar.
·         Pengertian kecerdasan buatan dipandang dari berbagai sudut :
1.    Sudut pandang kecerdasan.
AI akan membuat mesin menjadi cerdas
2.    Sudut pandang penelitian.
Suatu studi bagaimana komputer = sebaik yg dikerjakan manusia.
·         Domain yg sering dibahas peneliti :
a)    Mundone task
-       Persepsi (vision + speech)
-       Bahasa alami (understanding, generation & translation)
-       Pemikiran yg bersifat common serve
-       Robot control
b)    Formal task
-       Permainan / games
-       Matematika (geometri, logika, penelitian)
c)    Expert task
-       Analisis financial
-       Analisis medical
3.    Sudut pandang bisnis
4.    Sudut pandang pemrograman
Meliputi studi pemrograman simbolik.
·         Keuntungan kecerdasan alami :
a.)  Kreatif
b.)  Memungkinkan orang untuk menggunakan pengalaman secara langsung.
c.)   Pemikiran manusia dapat digunakan secara luas.

sumber : dosen SBP

 sekian dan trimakasih semoga bermanfaat :)

Minggu, 07 Oktober 2012

Sistem Basis Data tentang Entitas


Mau share nih tentang matakuliah “SISTEM BASIS DATA”. Sumbernya dari dosennya langsung, ini dia :

Entitas adalah suatu objek yg dapat dibedakan dari lainnya yg dapat diwujudkan dalam basis data.
Contoh entitas dalam lingkungan bank : nasabah, simpana, hipotik.
Kumpulan dari entitas disebut himpunan entitas.
Contoh: semua nasabah, semua mahasiswa.
            Atribut (elemen data) adalah karakteristik dari suatu entitas.
Contoh : entitas mahasiswa, atributnya terdiri dari NPM, nama, alamat, tanggal lahir.

Entitas :
1.    Bank : no.Antrian, teller/cs, formulir
2.    Mahasiswa : nama, NPM, kelas, jurusan, fakultas
3.    Telekomunikasi : pulsa, jaringan
4.    Kepegawaian : NIP, tunjangan, golongan, Asuransi
5.    Rumah sakit : pasien, dokter, perawat
6.    Apotik : resep, obat
7.    Bandara : penjadualan, tiket

Kelemahan dari system pemrosesan file :
1.    Timbulnya data rangkap dan ketidakkonsistensi data
2.    Kesukaran dalam mengakses data
3.    Data terisolir
4.    Masalah pengalaman
5.    Data dependence (datanya berdiri sendiri).
Contoh : google, twitter, dll.

Sekian dan terimakasih semoga bermanfaat :)

Tugas Bahasa Indonesia


1.    Contoh menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar
Berbahasa Indonesia dengan baik dan benar” dapat diartikan pemakaian ragam bahasa yang serasi dengan sasarannya dan di samping itu mengikuti kaidah bahasa yang betul. Ungkapan “bahasa Indonesia yang baik dan benar” mengacu ke ragam bahasa yang sekaligus memenuhi persyaratan kebaikan dan kebenaran. Bahasa yang diucapkan bahasa yang baku.
Berbahasa Indonesia dengan baik dan benar mempunyai beberapa konsekuensi logis terkait dengan pemakaiannya sesuai dengan situasi dan kondisi. Pada kondisi tertentu, yaitu pada situasi formal penggunaan bahasa Indonesia yang benar menjadi prioritas utama. Penggunaan bahasa seperti ini sering menggunakan bahasa baku. Kendala yang harus dihindari dalam pemakaian bahasa baku antara lain disebabkan oleh adanya gejala bahasa seperti interferensi, integrasi, campur kode, alih kode dan bahasa gaul yang tanpa disadari sering digunakan dalam komunikasi resmi. Hal ini mengakibatkan bahasa yang digunakan menjadi tidak baik.
contoh kalimat bahasa Indonesia yg baik dan benar :
“Undang-undang dasar 1945 pembukaan bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu penjajahan diatas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan”.

·         Mengungkapkan gagasan pemakainya secara tepat dan dapat dipahami
secara tepat pula.
·         Kalimat mampu mewakili ide dari penulis atau pengarang
yang dapat di terima atau dimengerti oleh pembaca.
·          Kalimat efektif selalu menonjolkan gagasan pokok dengan
menggunakan penekanan agar dapat diterima oleh pembaca.

2.    Fungsi bahasa sebagai alat komunikasi
Menurut Gorys Keraf (1997 : 1), Bahasa adalah alat komunikasi antara anggota masyarakat berupa simbol bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia. Mungkin ada yang keberatan dengan mengatakan bahwa bahasa bukan satu-satunya alat untuk mengadakan komunikasi. Mereka menunjukkan bahwa dua orang atau pihak yang mengadakan komunikasi dengan mempergunakan cara-cara tertentu yang telah disepakati bersama. Lukisan-lukisan, asap api, bunyi gendang atau tong-tong dan sebagainya. Tetapi mereka itu harus mengakui pula bahwa bila dibandingkan dengan bahasa, semua alat komunikasi tadi mengandung banyak segi yang lemah.
Penggunaan bahasa sebagai alat komunikasi, memiliki tujuan tertentu yaitu agar kita dipahami oleh orang lain. Jadi dalam hal ini respons pendengar atau lawan komunikan yang menjadi perhatian utama kita.
  • Bahasa sebagai alat komunikasi, bahasa merupakan alat untuk merumuskan maksud kita.
  • Dengan komunikasi, kita dapat menyampaikan semua yang kita rasakan, pikirkan, dan ketahui kepada orang lain.
  • Dengan komunikasi, kita dapat mempelajari dan mewarisi semua yang pernah dicapai oleh nenek moyang kita dan apa yang telah dicapai oleh orang-orang sejaman kita.
  • Bahasa adalah alat untuk berkomunikasi melalui lisan (bahsa primer) dan tulisan (bahasa sekunder). Berkomunikasi melalui lisan (dihasilkan oleh alat ucap manusia), yaitu dalam bentuk symbol bunyi, dimana setiap simbol bunyi memiliki cirri khas tersendiri. Suatu simbol  bisa terdengar sama di telinga kita tapi memiliki makna yang sangat jauh berbeda. Misalnya kata ’sarang’ dalam bahasa Korea artinya cinta, sedangkan dalam bahasa  Indonesia artinya kandang atau tempat.
  • Tulisan adalah susunan dari simbol (huruf) yang dirangkai menjadi kata bermakna dan dituliskan. Bahasa lisan lebih ekspresif di mana mimik, intonasi, dan gerakan tubuh dapat bercampur menjadi satu untuk mendukung komunikasi yang dilakukan. Lidah setajam pisau / silet oleh karena itu sebaiknya dalam berkata-kata sebaiknya tidak sembarangan dan menghargai serta menghormati lawan bicara / target komunikasi.
  • Bahasa sebagai sarana komunikasi mempunyaii fungsi utama  bahasa adalah bahwa komunikasi ialah penyampaian pesan atau makna oleh seseorang kepada orang lain. Keterikatan dan keterkaitan bahasa dengan manusia menyebabkan bahasa tidak tetap dan selalu berubah seiring perubahan kegaiatan manusia dalam kehidupannya di masyarakat. Perubahan bahasa dapat terjadi bukan hanya berupa pengembangan dan perluasan, melainkan berupa kemunduran sejalan dengan perubahan yang dialami masyarakat. Terutama pada penggunaan Fungsi komunikasi pada bahasa asing Sebagai contoh masyarakat Indonesia lebih sering menempel ungkapan “No Smoking” daripada “Dilarang Merokok”, “Stop” untuk “berhenti”, “Exit” untuk “keluar”, “Open House” untuk penerimaan tamu di rumah pada saat lebaran. Jadi bahasa sebagai alat komunikasi tidak hanya dengan satu bahasa melainkan banyak bahasa.

Selasa, 03 Juli 2012

UANG


    I.      DEFINISI
Uang  merupakan alat tukar dan alat pembayaran yang sah. pada masa-masa sebelumnya, pembayaran dilakukan dengan cara barter, yaitu barang ditukar dengan barang secara langsung.
Definisi uang menurut beberapa para ahli :
Menurut D.H. Robertson dalam bukunya Money, disebutkan bahwa uang adalah sesuatu yang bisa diterima dalam pembayaran untuk mendapatkan barang-barang.
Menurut R.G. Thomas dalam bukunya Our Modern Banking menjelaskan uang adalah sesuatu yang tersedia dan secara umum diterima sebagai alat pembayaran bagi pembelian barang-barang dan jasa-jasa serta kekayaan berharga lainnya serta untuk pembayaran utang.
Menurut A.C. Pigou dalam bukunya The Veil of Money, yang dimaksud uang adalah alat tukar.

   II.      SEJARAH
Pada jaman dahulu, jual beli dilakukan dengan sistem barter. Barter adalah perdagangan yang dilakukan dengan cara tukar menukar barang, setelah barter orang mulai menggunakan alat pembayaran yang disepakati.
Sebelum menggunakan uang, orang menggunakan barang yang tertentu sebagai alat pembayaran, misalnya kulit kerang, mutiara, batu permata, tembaga, emas, perak ,  manik-manik, dan gigi binatang.
Pada zaman modern uang digunakan sebagai alat pembayaran. dengan menggunakan uang, manusia berusaha memenuhi kebutuhannya.
   III.        JENIS-JENIS UANG
Jenis-Jenis uang di bagi menjadi dua yaitu:
§  Uang kartal
Uang kartal adalah uang yang digunakan sebagai alat pembayaran dalam kehidupan sehari-hari. Uang kartal berupa uang logam dan uang kertas, mata uang negara kita adalah Rupiah, uang pertama yang dibuat oleh Indonesia adalah Oeang Republik Indonesia.
Lembaga yang bertugas dan mengawasi peredaran uang rupiah adalah Bank Indonesia, sedangkan perusahaan yang mencetak uang rupiah adalah Perum Peruri (Percetakan Uang Republik Indonesia).
§  Uang Giral
Uang giral adalah surat berharga yang dapat diuangkan di bank atau dikantor pos. Contoh uang giral, cek, giro pos, wesel dan surat berharga. Uang giral biasanya digunakan untuk transaksi dengan nilai uang yang sangat besar. Kegunaan uang ialah Uang dapat digunakan sebagai alat pembayaran, alat penukar, alat penentu harga, dan dapat pula di tabung.
  IV.        SYARAT / KRITERIA
Agar dapat  diberlakukan  sebagai  alat  tukar  dalam  perekonomian,  uang harus memenuhi syarat-syarat (kriteria) sebagai berikut:
a. Syarat  Psikologis
Uang harus dapat memuaskan keinginan orang yang memilikinya.
b. Syarat  Teknis
Syarat teknis meliputi hal-hal sebagai berikut.
1) Tahan lama, artinya tidak mudah rusak.
2)Nilainya  stabil,  artinya  nilai  sekarang  sama  dengan  nilai  yang  akan datang.
3) Mudah dibawa, artinya apabila melakukan transaksi dalam jumlah yang besar, pemilik  uang tidak  mengalami kesulitan dalam  membawa dan membayar.
4) Terdiri atas berbagai nilai nominal, artinya dapat dibagi-bagi sehingga dalam melakukan transaksi sekecil apa pun karena uang mempunyai nilai  pecahan.
5) Jumlahnya mencukupi dan tidak berlebihan, artinya jumlah uang yang beredar haruslah  mencukupi kebutuhan perekonomian (dunia usaha) dan tidak berlebihan agar nilainya tidak turun.