Laman

Minggu, 07 Oktober 2012

Sistem Basis Data tentang Entitas


Mau share nih tentang matakuliah “SISTEM BASIS DATA”. Sumbernya dari dosennya langsung, ini dia :

Entitas adalah suatu objek yg dapat dibedakan dari lainnya yg dapat diwujudkan dalam basis data.
Contoh entitas dalam lingkungan bank : nasabah, simpana, hipotik.
Kumpulan dari entitas disebut himpunan entitas.
Contoh: semua nasabah, semua mahasiswa.
            Atribut (elemen data) adalah karakteristik dari suatu entitas.
Contoh : entitas mahasiswa, atributnya terdiri dari NPM, nama, alamat, tanggal lahir.

Entitas :
1.    Bank : no.Antrian, teller/cs, formulir
2.    Mahasiswa : nama, NPM, kelas, jurusan, fakultas
3.    Telekomunikasi : pulsa, jaringan
4.    Kepegawaian : NIP, tunjangan, golongan, Asuransi
5.    Rumah sakit : pasien, dokter, perawat
6.    Apotik : resep, obat
7.    Bandara : penjadualan, tiket

Kelemahan dari system pemrosesan file :
1.    Timbulnya data rangkap dan ketidakkonsistensi data
2.    Kesukaran dalam mengakses data
3.    Data terisolir
4.    Masalah pengalaman
5.    Data dependence (datanya berdiri sendiri).
Contoh : google, twitter, dll.

Sekian dan terimakasih semoga bermanfaat :)

Tugas Bahasa Indonesia


1.    Contoh menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar
Berbahasa Indonesia dengan baik dan benar” dapat diartikan pemakaian ragam bahasa yang serasi dengan sasarannya dan di samping itu mengikuti kaidah bahasa yang betul. Ungkapan “bahasa Indonesia yang baik dan benar” mengacu ke ragam bahasa yang sekaligus memenuhi persyaratan kebaikan dan kebenaran. Bahasa yang diucapkan bahasa yang baku.
Berbahasa Indonesia dengan baik dan benar mempunyai beberapa konsekuensi logis terkait dengan pemakaiannya sesuai dengan situasi dan kondisi. Pada kondisi tertentu, yaitu pada situasi formal penggunaan bahasa Indonesia yang benar menjadi prioritas utama. Penggunaan bahasa seperti ini sering menggunakan bahasa baku. Kendala yang harus dihindari dalam pemakaian bahasa baku antara lain disebabkan oleh adanya gejala bahasa seperti interferensi, integrasi, campur kode, alih kode dan bahasa gaul yang tanpa disadari sering digunakan dalam komunikasi resmi. Hal ini mengakibatkan bahasa yang digunakan menjadi tidak baik.
contoh kalimat bahasa Indonesia yg baik dan benar :
“Undang-undang dasar 1945 pembukaan bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu penjajahan diatas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan”.

·         Mengungkapkan gagasan pemakainya secara tepat dan dapat dipahami
secara tepat pula.
·         Kalimat mampu mewakili ide dari penulis atau pengarang
yang dapat di terima atau dimengerti oleh pembaca.
·          Kalimat efektif selalu menonjolkan gagasan pokok dengan
menggunakan penekanan agar dapat diterima oleh pembaca.

2.    Fungsi bahasa sebagai alat komunikasi
Menurut Gorys Keraf (1997 : 1), Bahasa adalah alat komunikasi antara anggota masyarakat berupa simbol bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia. Mungkin ada yang keberatan dengan mengatakan bahwa bahasa bukan satu-satunya alat untuk mengadakan komunikasi. Mereka menunjukkan bahwa dua orang atau pihak yang mengadakan komunikasi dengan mempergunakan cara-cara tertentu yang telah disepakati bersama. Lukisan-lukisan, asap api, bunyi gendang atau tong-tong dan sebagainya. Tetapi mereka itu harus mengakui pula bahwa bila dibandingkan dengan bahasa, semua alat komunikasi tadi mengandung banyak segi yang lemah.
Penggunaan bahasa sebagai alat komunikasi, memiliki tujuan tertentu yaitu agar kita dipahami oleh orang lain. Jadi dalam hal ini respons pendengar atau lawan komunikan yang menjadi perhatian utama kita.
  • Bahasa sebagai alat komunikasi, bahasa merupakan alat untuk merumuskan maksud kita.
  • Dengan komunikasi, kita dapat menyampaikan semua yang kita rasakan, pikirkan, dan ketahui kepada orang lain.
  • Dengan komunikasi, kita dapat mempelajari dan mewarisi semua yang pernah dicapai oleh nenek moyang kita dan apa yang telah dicapai oleh orang-orang sejaman kita.
  • Bahasa adalah alat untuk berkomunikasi melalui lisan (bahsa primer) dan tulisan (bahasa sekunder). Berkomunikasi melalui lisan (dihasilkan oleh alat ucap manusia), yaitu dalam bentuk symbol bunyi, dimana setiap simbol bunyi memiliki cirri khas tersendiri. Suatu simbol  bisa terdengar sama di telinga kita tapi memiliki makna yang sangat jauh berbeda. Misalnya kata ’sarang’ dalam bahasa Korea artinya cinta, sedangkan dalam bahasa  Indonesia artinya kandang atau tempat.
  • Tulisan adalah susunan dari simbol (huruf) yang dirangkai menjadi kata bermakna dan dituliskan. Bahasa lisan lebih ekspresif di mana mimik, intonasi, dan gerakan tubuh dapat bercampur menjadi satu untuk mendukung komunikasi yang dilakukan. Lidah setajam pisau / silet oleh karena itu sebaiknya dalam berkata-kata sebaiknya tidak sembarangan dan menghargai serta menghormati lawan bicara / target komunikasi.
  • Bahasa sebagai sarana komunikasi mempunyaii fungsi utama  bahasa adalah bahwa komunikasi ialah penyampaian pesan atau makna oleh seseorang kepada orang lain. Keterikatan dan keterkaitan bahasa dengan manusia menyebabkan bahasa tidak tetap dan selalu berubah seiring perubahan kegaiatan manusia dalam kehidupannya di masyarakat. Perubahan bahasa dapat terjadi bukan hanya berupa pengembangan dan perluasan, melainkan berupa kemunduran sejalan dengan perubahan yang dialami masyarakat. Terutama pada penggunaan Fungsi komunikasi pada bahasa asing Sebagai contoh masyarakat Indonesia lebih sering menempel ungkapan “No Smoking” daripada “Dilarang Merokok”, “Stop” untuk “berhenti”, “Exit” untuk “keluar”, “Open House” untuk penerimaan tamu di rumah pada saat lebaran. Jadi bahasa sebagai alat komunikasi tidak hanya dengan satu bahasa melainkan banyak bahasa.

Selasa, 03 Juli 2012

UANG


    I.      DEFINISI
Uang  merupakan alat tukar dan alat pembayaran yang sah. pada masa-masa sebelumnya, pembayaran dilakukan dengan cara barter, yaitu barang ditukar dengan barang secara langsung.
Definisi uang menurut beberapa para ahli :
Menurut D.H. Robertson dalam bukunya Money, disebutkan bahwa uang adalah sesuatu yang bisa diterima dalam pembayaran untuk mendapatkan barang-barang.
Menurut R.G. Thomas dalam bukunya Our Modern Banking menjelaskan uang adalah sesuatu yang tersedia dan secara umum diterima sebagai alat pembayaran bagi pembelian barang-barang dan jasa-jasa serta kekayaan berharga lainnya serta untuk pembayaran utang.
Menurut A.C. Pigou dalam bukunya The Veil of Money, yang dimaksud uang adalah alat tukar.

   II.      SEJARAH
Pada jaman dahulu, jual beli dilakukan dengan sistem barter. Barter adalah perdagangan yang dilakukan dengan cara tukar menukar barang, setelah barter orang mulai menggunakan alat pembayaran yang disepakati.
Sebelum menggunakan uang, orang menggunakan barang yang tertentu sebagai alat pembayaran, misalnya kulit kerang, mutiara, batu permata, tembaga, emas, perak ,  manik-manik, dan gigi binatang.
Pada zaman modern uang digunakan sebagai alat pembayaran. dengan menggunakan uang, manusia berusaha memenuhi kebutuhannya.
   III.        JENIS-JENIS UANG
Jenis-Jenis uang di bagi menjadi dua yaitu:
§  Uang kartal
Uang kartal adalah uang yang digunakan sebagai alat pembayaran dalam kehidupan sehari-hari. Uang kartal berupa uang logam dan uang kertas, mata uang negara kita adalah Rupiah, uang pertama yang dibuat oleh Indonesia adalah Oeang Republik Indonesia.
Lembaga yang bertugas dan mengawasi peredaran uang rupiah adalah Bank Indonesia, sedangkan perusahaan yang mencetak uang rupiah adalah Perum Peruri (Percetakan Uang Republik Indonesia).
§  Uang Giral
Uang giral adalah surat berharga yang dapat diuangkan di bank atau dikantor pos. Contoh uang giral, cek, giro pos, wesel dan surat berharga. Uang giral biasanya digunakan untuk transaksi dengan nilai uang yang sangat besar. Kegunaan uang ialah Uang dapat digunakan sebagai alat pembayaran, alat penukar, alat penentu harga, dan dapat pula di tabung.
  IV.        SYARAT / KRITERIA
Agar dapat  diberlakukan  sebagai  alat  tukar  dalam  perekonomian,  uang harus memenuhi syarat-syarat (kriteria) sebagai berikut:
a. Syarat  Psikologis
Uang harus dapat memuaskan keinginan orang yang memilikinya.
b. Syarat  Teknis
Syarat teknis meliputi hal-hal sebagai berikut.
1) Tahan lama, artinya tidak mudah rusak.
2)Nilainya  stabil,  artinya  nilai  sekarang  sama  dengan  nilai  yang  akan datang.
3) Mudah dibawa, artinya apabila melakukan transaksi dalam jumlah yang besar, pemilik  uang tidak  mengalami kesulitan dalam  membawa dan membayar.
4) Terdiri atas berbagai nilai nominal, artinya dapat dibagi-bagi sehingga dalam melakukan transaksi sekecil apa pun karena uang mempunyai nilai  pecahan.
5) Jumlahnya mencukupi dan tidak berlebihan, artinya jumlah uang yang beredar haruslah  mencukupi kebutuhan perekonomian (dunia usaha) dan tidak berlebihan agar nilainya tidak turun.

Sabtu, 05 Mei 2012

cara menghitung pendapatan


Cara menghitung pendapatan

Definisi
Dalam literatur akuntansi terdapat beberapa pengertian atau definisi pendapatan, antara lain adalah:
Menurut Niswonger (1992:22)
Pendapatan adalah jumlah yang ditagih kepada pelanggan atas barangataupun jasa yang diberikan kepada mereka.
Pada buku yang sama, Niswonger (1992:56) juga menjelaskan pendapatansebagai berikut:
Pendapatan atau revenue merupakan kenaikan kotor atau gross dalammodal pemilik yang dihasilkan dari penjualan barang dagangan,pelaksanaan jasa kepada pelanggan atau klien, penyewa harta,peminjam uang, dan semua kegiatan usaha serta profesi yang bertujuan untuk memperoleh penghasilan.
Menurut PSAK nomor 23 paragraf 6 adalah sebagai berikut:
pengertian Pendapatan adalah arus masuk bruto dari manfaat ekonomi yangtimbul dari aktivitas normal perusahaan selama suatu periode bila arusmasuk itu mengakibatkan kenaikan ekuitas yang tidak berasal darikontribusi penanaman modal.
Jadi, Pendapatan adalah sesuatu yang sangat penting dalam setiap perusahaan.Tanpa ada pendapatan mustahil akan didapat penghasilan atau earnings.Pendapatan adalah penghasilan yang timbul dari aktivitas perusahaan yang biasa dikenal atau disebut penjualan, penghasilan jasa (fees) bunga, dividen,royalti dan sewa.
Cara menghitung :
Perhitungan pendapatan keseimbangan 2 sektor terdiri dari variabel konsumsi (C) dan investasi(I).
Y = C + I
è (C = a + by)



Y = (a + by) + I
Y = a + by + I
Y – by = a + I
(1 – b)Y = a + I
Y = a + I
1 – b



Contoh: Dimisalkan (dalam milyar rupiah) fungsi konsumsi (C) = 20 + 0,75Y dan besarnya investasi (I) = 10, maka besarnya pendapatan nasional dengan pendekatan 2 sektor adalah sebagai berikut.



Jawab:
Y = a + I
1 – b
= 20 + 10
1– 0,75
= 30
0,25
= 120 milyar rupiah


Keterangan Pendekatan Pendapatan
Y = R + W + I + P
Ket :
Y = pendapatan nasional
R= rent = sewa
W = wage = upah/gaji
I = interest = bunga modal
P = profit = laba

tulisan softkill 2


Jumlah pendidikan/sekolah

Sumber : Status FB Bapak Kwarta Adimphrana – 9 Januari 2011
Jumlah/ Total number of :
  • Sekolah Dasar / Elementry School
144.228
  • SMP / Yunior High School
28.777
  • SMA / Senior High School
10.765
  • SMK / Vocational High School
7.592
  • SLB /Special School
1.686

Persentase/jumlah kelulusan

Dari 8,32 juta orang pengangguran di Indonesia sampai Agustus 2010, ternyata paling banyak didominasi para lulusan sarjana dan diploma.

Badan Pusat Statistik (BPS) menguraikan, jumlah lulusan sarjana dan diploma yang menganggur masing-masing berjumlah 11,92% dan 12,78%. Sementara pengangguran lulusan hanya 3,81%

"Jumlah pengangguran pada Agustus 2010 mencapai 8,3 juta orang atau 7,14% dari total angkatan kerja," bunyi data BPS yang dirilis, Rabu (1/12/2010).

Secara umum Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) cenderung menurun, di mana TPT Agustus 2010 sebesar 7,14% turun dari TPT Februari 2010 sebesar 7,41% dan TPT Agustus 2009 sebesar 7,87%.

Seperti diketahui, jumlah penduduk Indonesia yang bekerja sampai Agustus 2010 tercatat berjumlah 108,21 juta orang. Dari jumlah tersebut, ternyata sebanyak 54,5 juta (50,38%) merupakan lulusan Sekolah Dasar (SD) ke bawah.

Dari 08,21 juta orang tersebut, mayoritasnya yaitu 66,94% atau 72,4 juta orang cuma bekerja di sektor informal. Sementara sisanya 44,06% atau 35,8 juta orang bekerja di sektor formal.

Tingkat pendidikan

Pendidikan di Indonesia adalah seluruh pendidikan yang diselenggarakan di Indonesia, baik itu secara terstruktur maupun tidak terstruktur. Secara terstruktur, pendidikan di Indonesia menjadi tanggung jawab kementrian pendidikan nasional indonesia (Kemdiknas), dahulu bernama Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Depdikbud). Di Indonesia, semua penduduk wajib mengikuti program wajib belajar pendidikan dasar selama sembilan tahun, enam tahun di sekolah dasar/madrasah ibtidaiyah dan tiga tahun di sekolah menengah pertama/madrasah tsanawiyah. Saat ini, pendidikan di Indonesia diatur melalui Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
Pendidikan di Indonesia terbagi ke dalam tiga jalur utama, yaitu formal, nonformal, dan informal. Pendidikan juga dibagike dalam empat jenjang, yaitu anak usia dini, dasar, menengah, dan tinggi.
Jenjang pendidikan adalah tahapan pendidikan yang ditetapkan berdasarkan tingkat perkembangan peserta didik, tujuan yang akan dicapai, dan kemampuan yang dikembangkan.
  1. Pendidikan anak usia dini
    Mengacu Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003, Pasal 1 Butir 14 tentang Sistem Pendidikan Nasional, pendidikan anak usia dini(PAUD) adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan bagi anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.
  2. Pendidikan dasar
    pendidikan dasar merupakan jenjang pendidikan awal selama 9 (sembilan) tahun pertama masa sekolah anak-anak yang melandasi jenjang pendidikan menengah.
  3. Pendidikan menengah
    Pendidikan menengah merupakan jenjang pendidikan lanjutan pendidikan dasar.
  1. Pendidikan tinggi
    pendidikan tinggi adalah jenjang pendidikan setelah pendidikan menengah yang mencakup program pendidikan diploma, sarjana, magister,doktor, dan spesialis yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi.

tulisan softskill


PEMBANGUNAN DAN PERTUMBUHAN EKONOMI DI INDONESIA 5/10Th TERAKHIR


Dalam 10 tahun terakhir (1998-2008), pembangunan di Indonesia mengalami kemajuan signifikan. Pertumbuhan ekonomi, misalnya, pada tahun 1998 minus 13.1 persen. Pada SBY tampil sebagai Presiden, tahun 2004, pertumbuhan ekonomi naik pesat menjadi 5.1 persen. Dan tahun 2008 diproyeksikan sebesar 6,4 persen. Cadangan devisa yang semula 33.8 miliar dolar AS, pada tahun 2008 naik menjadi 69.1 persen.
Tingkat kemiskinan juga terus berkurang. Pada tahun 1998, angka kemiskinan mencapai 24.2 persen. Pada masa awal Presiden SBY, tingkat kemiskinan ini turun menjadi 16.7 persen. Dan pada 2008 tinggal 15.4 persen dari total penduduk Indonesia.
Utang kepada Dana Moneter Internasional (IMF) dipangkas habis pada masa pemerintahan SBY. Tengok saja, pada tahun 1998, utang Indonesia kepada IMF sebesar 9.1 miliar dolar AS. Pada tahun 2006, dua tahun setelah memimpin Indonesia, Presiden SBY berhasil melunasi seluruh utang kita sebesar 7.8 miliar dolar AS.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia enam tahun terakhir dari tahun 2005 hingga 2010, diklaim pemerintah sebagai sebuah prestasi kebijakan ekonomi yang dilakukan oleh pemerintah (SBY). Jika melihat angka pertumbuhan ekonomi enam tahun terakhir yang rata-rata pertumbuhannya sekitar 5,7 persen setiap tahunnya, memang bisa saja dikalim sebuah sebuah prestasi kebijakan perekonomian yang dijalankan pemerintah. Akan tetapi yang menjadi pertanyaan adalah apakah pertumbuhan ekonomi enam tahun belakangan ini mampu memberikan dampak yang berarti terhadap pemerataan pendapatan, peningkatan kesejahteraan masyarakat, penurunan angka kemiskinan dan penurunan angka pengangguran. Idealnya sebuah pertumbuhan ekonomi bisa dianggap berprestasi apabila pencapaian angka-angka pertembuhan tersebut mampu mendrive peningkatan kesejahteraan masyarakat, perluasan kesempatan kerja  dan mempersempit kesenjangan pendapatan masyarakat.

Merujuk kepada data BPS menunjukkan besaran angka koefisien gini dari tahun 2005 hingga 2010 yang bergerak diantara level 0,33 s/d 0,38, yang bahkan diatas pencapaian tahun 2004 yg sebesar 0,32 ( peninggalan kinerja masa pemerintahan sebelumnya ) mengindikasikan bahwa selama enam terakhir pemerintahan SBY tidak mampu menyelesaikan permasalahan kesenjangan pendapatan. Jangankan menyelesaikan, menunjukkan sebuah indikasi ke arah lebih baik pun kita bisa menyimpulkan tidak. Hal ini mengindikasikan bahwa adanya pembagian kue yang tidak merata pada saat capaian pertumbuhan yg relatif baik enam tahun terakhir ini.


Selain permasalahan kesenjangan pendapatan, masih adanya permasalahan lain terkait pencapaian kinerja perekonomian Indonesia dalam kurun waktu 6 tahun terakhir antara lain sektor yang mendrive pertumbuhan ekonomi selama enam terakhir,  kemiskinan yang tak teratasi, angka pengangguran yang tidak menunjukkan perbaikan dan munculnya gejala deindustrialisasi. Hal-hal inilah yang seharusnya menjadi sebuah parameter untuk mengukur apakah pertumbuhan ekonomi yang diklaim pemerintah ini adalah sebuah prestasi, apakah pertumbuhan yang dimaksud oleh pemerintah adalah pertumbuhan yang berkualitas dan atau sebaliknya. Harusnya pemerintah tidak dibutakan hanya dengan melihat dan mementingkan angka pertumbuhan ekonominya saja, akan tetapi juga harus sangat memperhatikan kualitas pertumbuhannya.
sumber: http://www.presidenri.go.id/index.php/indikator/ , http://www.bps.go.id/brs_file/pdb-21nov05.pdf?, http://ekonomi.kompasiana.com/bisnis/2012/01/12/%E2%80%9Cpertumbuhan-ekonomi-yang-diklaim-baik-gagal-mengangkat-tingkat-kesejahteraan-masyarakat%E2%80%9D/
 



 



Kamis, 12 April 2012

Permintaan, penawaran dan keseimbangan (D&S)

PERMINTAAN (Demand)
Permintaan adalah jumlah barang yang diminta pada suatu pasar tertentu dengan tingkat harga tertentu pada tingkat pendapatan tertentu dan dalam periode tertentu.

HUKUM PERMINTAAN
“Hubungan antara barang yang diminta dengan harga barang tersebut dimana hubungan berbanding terbalik yaitu ketika harga meningkat atau naik maka jumlah barang yang diminta akan menurun dan sebaliknya apabila harga turun jumlah barang meningkat.”

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERMINTAAN :
1.    Harga barang itu sendiri                                         (px)
2.    Harga barang lain                                                    (py)
3.    Pendapatan konsumen                                           (inc)
4.    Cita rasa                                                                   (T)
5.    Iklim                                                                           (S)
6.    Jumlah penduduk                                                    (pop)
7.    Ramalan masa yang akan datang                         (F)

PENAWARAN (Supply)
Penawaran adalah banyaknya barang yang ditawarkan oleh penjual pada suatu pasar tertentu, pada periode tertentu, dan pada tingkat harga tertentu.

HUKUM PENAWARAN
“semakin tinggi harga suatu barang, semakin banyak jumlah barang tersebut akan ditawarkan oleh para penjual. Sebaliknya, makin rendah harga suatu barang, semakin sedikit jumlah barang, semakin sedikit jumlah barang yang ditawarkan.”

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENAWARAN :
1.    Harga
2.    Harga barang lain
3.    Biaya factor produksi
4.    Teknologi
5.    Tujuan perusahaan
6.    Ekspektasi (ramalan)

KESEIMBANGAN
Keseimbangan adalah jumlah barang yang diminta sama dengan jumlah barang yang ditawarkan.